Langsung ke konten utama

The Pages

 




FROM THE PAGES THAT TORN OUT BY;

#1 CODEPENDENCE

It's always be an empty paper, isn't it?

Like an author fooled by her stories

It must be codependence and special, 

But it feels like, she woke up sweaten and look up to the leak roof

While heavy rain drenched her garden


#2 SHINING ARMOR

Same dresses and perfumes on 

She keeps bleeding on to lived the pages grow

She might be scares to torn apart anyhow

These pages was brag in a cold resintment

The tint, the stories, the memories, still  fooled on by

"This pages was shining armor", she said


#3 NEW MOON

She ended up and forget the pages

"It is strange to think, I haven't see it for months", she sighed

"Look at my eyes! Look at my face! I am happy to see the new moon!", she said twice

Wildly and constantly

Her books dropped and all the paper scattered out

"New moon! Sunsets! Sunrises!"

She smitten to dance






Postingan populer dari blog ini

Yaje Buana

Denting jam terus berbunyi. Suara bising itu melengang. Deru mesin tik yang terus berbunyi kian lama kian mereda. Lembaran kertas usang berserakan di atas meja. Lenguh suara nafasnya mulai menderu. Ada raut kegelisahan pada air mukanya. Perlahan-lahan coretan demi coretan itu terus terseka pada kertas itu, semakin lama semakin penuh. Tak lama, ia berjingkat dari kursi kantornya. Kemudian berputar arah. Dari sudut yang lain, datang seorang perempuan menghampirinya. “Strategi pemulihan kota? Hahahaha!” Ucapnya sembari menjumput selembar dari kertas yang bersebaran itu. Tampak pada raut wajahnya sebuah ekspresi geli namun ada sedikit rasa iba pada sudut matanya. “Tak habis pikir, Pusara Wanta, seorang Kepala Bagian Perumusan Kerakyatan negara ini mulai kebingungan mencari cara.” Perempuan itu menghampirinya selangkah demi selangkah. Menyandingkan dirinya pada tubuh kekar berkemeja yang mulai lusuh itu. Pusara yang tengah membawa segelas kopi arabika membalikkan tubuhnya pad...

Oneironaut #2

 Yang pasti, terlalu banyak cerita yang dibuat oleh kepalaku sendiri. Berbagai cara sudah sering kulakukan untuk menghapus cerita-cerita itu. Kuhitung jari-jemariku, Kucubit lenganku, Dan.. ku pikirkan sebuah pintu. Namun tetap saja, Hasilnya sama.  Aku tidak sedang bermimpi. Sama seperti malam-malam panjang yang kutempuh dengan mimpi sadar yang elok alurnya, pikir sadarku juga. Entah seperti, selalu aktif. Berbelit-belit. Seperti benang-benang berutas-utas yang saling terlilit.