Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 12, 2026

Haur Duka

Sebongkah asap terbang, ia terpaku menunjukkan diri di depan mataku  Wajahnya pucat pasi  Sepertinya duka lara ialah tubir hidupnya Aku tak mendengar apa-apa Tiba-tiba, aku ikut menangisi kepedihannya  Ternyata, begini rasanya Memanusiakan yang bukan manusia "Cambuk terperih ialah luka hati, ia abadi, dalam wujud menakutkan" Ucapnya. —Dinie Wicaksani