ia tungkap,
berwajah lesu serta bermandikan peluh di atas pelipis
bibirnya pecah-pecah
semburat gelisah menggelinjang tiap sudut datangnya arah desak
kanan dan atau kiri
pembelaan dan atau penolakan
tepuk tangan menyeruak
bingar
ia mati dalam tawa
ada yang tak disuka
ada yang bangga
penoreh harap
tiada sanggup lagi menawarkan dekap
ia tungkap
dalam diam beban panjang terhadap
Sekre Teater SiAnak, 17 Januari 2017
Ambisi atau toleransi? Tujuh jam dalam diam, aku menaruh harap supaya Pilari yang melanjutkannya. Tak ada yang bisa ku perbuat selain dirinyalah yang mengemban tanggung jawab ini. Proses panjang yang akan banyak mengorbankan sesuatu. Naskah pilihan penuh ambisi, aku presentasikan dengan baik. Ide-ide yang paling liar, ku torehkan sebagai bumbu retorika paling menjijikan. Tulisan itu tentang kebebasan seseorang dalam menginterpretasikan sesuatu, ia mampu terungkap baik melalui tindakan dan atau bagaimana caranya dalam berpendapat.
Pilari, seorang perempuan dengan wacana yang kuat. Apa yang bisa disajikan oleh orang dengan pola pemikiran paling sistematis yang pernah ia kenal? Sebuah informasi, pengetahuan, serta buah pemikiran yang brilian.
Tujuh jam kami menunggu, maka terpilihlah namaku. Menjadi sutradara, dan Pilari ku angkat sebagai tangan kananku, Asisten Sutradara.
Maka dari sanalah, izinkan aku menceritakan sedikit yang aku rasakan. Biarkan kata demi kata mengumpulkan dirinya menjadi sebuah rangkaian cerita yang tak akan lekang oleh masa, sampai pada akhirnya ia akan melelehkan air mata setiap orang yang menjadi pemeran dalam ceritanya.
berwajah lesu serta bermandikan peluh di atas pelipis
bibirnya pecah-pecah
semburat gelisah menggelinjang tiap sudut datangnya arah desak
kanan dan atau kiri
pembelaan dan atau penolakan
tepuk tangan menyeruak
bingar
ia mati dalam tawa
ada yang tak disuka
ada yang bangga
penoreh harap
tiada sanggup lagi menawarkan dekap
ia tungkap
dalam diam beban panjang terhadap
Sekre Teater SiAnak, 17 Januari 2017
Ambisi atau toleransi? Tujuh jam dalam diam, aku menaruh harap supaya Pilari yang melanjutkannya. Tak ada yang bisa ku perbuat selain dirinyalah yang mengemban tanggung jawab ini. Proses panjang yang akan banyak mengorbankan sesuatu. Naskah pilihan penuh ambisi, aku presentasikan dengan baik. Ide-ide yang paling liar, ku torehkan sebagai bumbu retorika paling menjijikan. Tulisan itu tentang kebebasan seseorang dalam menginterpretasikan sesuatu, ia mampu terungkap baik melalui tindakan dan atau bagaimana caranya dalam berpendapat.
Pilari, seorang perempuan dengan wacana yang kuat. Apa yang bisa disajikan oleh orang dengan pola pemikiran paling sistematis yang pernah ia kenal? Sebuah informasi, pengetahuan, serta buah pemikiran yang brilian.
Tujuh jam kami menunggu, maka terpilihlah namaku. Menjadi sutradara, dan Pilari ku angkat sebagai tangan kananku, Asisten Sutradara.
Maka dari sanalah, izinkan aku menceritakan sedikit yang aku rasakan. Biarkan kata demi kata mengumpulkan dirinya menjadi sebuah rangkaian cerita yang tak akan lekang oleh masa, sampai pada akhirnya ia akan melelehkan air mata setiap orang yang menjadi pemeran dalam ceritanya.